14 February 2015

Ora - Surga di Maluku

Ahay, bertemu lagi dengan tulisan gw karena tiba-tiba ingin upload dan cerita tentang perjalanan ke Pantai Ora. Jadi, rencana ini sudah ada semenjak triwulan 3 2014 atau... mungkin sebelum itu? gw juga lupa. Setelah perbincangan hangat di PIM 3 akhirnya kita memutuskan akan jalan-jalan ke Ora. Di perjalanan kali ini, kita menggunakan travel kakabantrip. Anggota yang akan ikut di perjalanan ini tadinya cuma empat orang yaitu gw, wiwid, darjo, zaki. Cuman mungkin wiwid cerita-cerita ke lingkungan anak-anak oil center, akhirnya masuklah 3 orang lagi yaitu ivan, ikhsan, dan fatin.

Untuk diketahui juga, dalam proses menuju hari-H banyak banget drama-drama dalam persiapannya. Mulai dari persiapan peralatan, bahas masalah jadwal, uang, dan yang paling HOT adalah masalah izin cuti. Perusahan tempat kita bekerja bukanlah seperti perusahaan lain yang mungkin untuk mau cuti perizinannya bisa selicin sabun. Contoh paling nyata adalah kasus darjo dimana dia sebagai koordinator tim, hampir gak jadi ikut karena tiba-tiba ada assessment PAS55 di kantor dan dia ditunjuk sebagai koordinator (padahal cutinya udah direncanakan dan diinfokan dari jauh hari, uang DP juga sudah dibayar). Sangat disayangkan fatim gak jadi ikutan karena oh karena bos-nya gak mengizinkan.

Wefie sebelum..ketiduran
Akhirnya fix-lah kami ber 6 yang akan berangkat. Perjalanan untuk sampai ke pantai Ora ini termasuk jaauh banget. dimulai dari yaaah pesawat Jakarta. Kita semua janjian berangkat bareng dan kumpul di bandara *yaiyalah. Kita harus berangkat dari bandara di penerbangan jam 12 malam. Pesawat yang digunakan adalah batik air dan delay..... dikarenakan masalah cuaca. Jadi kita baru naik ke dalam pesawat itu jam 1 pagi. Di luar sedang hujan deras, huft.. bahkan sempet ketiduran di pesawat dan pas bangun.. eh belum berangkat juga tuh pesawat. Pesawat baru benar-benar berangkat jam 2 pagi. Sempet dag dig dug juga sih selama perjalanan dikarenakan cuaca ini. Sering banget ada peringatan turbulensi
bosen bosen bosen
Batik air kita, selamaaat sampai tujuan
Setelah kurang lebih 3 jam di pesawat akhirnya kita sampai juga di Ambon. hohohoho... berbeda dengan Jakarta, cuaca di Ambon sangat cerah sekali dan panaaaas. sampai di bandara kita langsung ngurus bagasi bla bla bla dan akhirnya bertemeu dengan guide kita, Mas Adi dari kakabantrip. Mas adi ini orangnya sangat ramah dan tipe guide yang juga traveler. Nah ini salah satu poin plus dari perjalanan kali ini dimana kita di-guide oleh traveller jadi bukan sekedar tukang antar. Kelebihannya tentu saja banyak sekali cerita-cerita seru dari dia dan orangnya juga lebih atraktif. Dari bandara kita diantar ke pelabuhan Tulehu karena kita haru nyebrang ke pulau Seram. Perjalanan ke pelabuhan memakan waktu selama 1.5 jam. Sampai di pelabuhan kita naik ke kapal feri Cantika Torpedo. Sungguh nama yang unik sekali. Perjalanan laut menyebrang ke pulau Seram ini memakan waktu sekitar 2 jam. Tapi untungnya selama perjalanan laut ini tidak banyak gejolak di laut jadi cukup nyaman sih perjalanannya. Sesampainya di pulau seram kita digiring buat makan siang dulu nih, dan nyobain yang namanya papeda, semacam lem dari sagu yang dimakan.. hahahaha becanda. Papeda ini semacam bubur dari sagu, bentuknya lengket dan buat mengambilnya aja perlu teknik khusus. enak dimakan dengan ikan kuah asam. Maaf tapi lidah gw kurang cocok dengan papeda. Selesai makan, kita melanjutkan perjalanan darat ke arah utara. Tujuannya kali ini desa Saleman. Perjalanan ini memakan waktu 4-5 jam.  Sesampainya di desa Saleman, cuacanya memburuk... hujan rintik-rintik yang menyebabkan kita harus berteduh dulu di salah satu rumah penduduk rekanan kakabantrip. Seharusnya kalau tidak hujan, kita bisa langsung nyebrang ke pantai Ora. Kenapa harus nyebrang, karena kalau lewat jalur darat lagi harus makan waktu lebih lama lagi.

Penantian kita terbayar! setelah hujan agak reda dan perjalanan naik kapal boat selama setengah jam akhirnya kita sampaaai juga di Ora resort!!!. YEAAY... sampai disini kayaknya lebih banyak foto-foto saja ya yang berbicara. 
suasana di kapal yang sempit pit pit
ikhsan gak sabar untuk langsung foto-foto setelah sampai
mungkin ini yang diliat sama ikhsan

atau mungkin ini?
di bukit Hatu pahu pahu 
full team
ikan-ikan kayak gini gak bakal bisa dilihat sedekat ini di tempat lain
Keren kaaaan... iri kaaaaan. Beberapa foto lainnya bisa diliat di instagram gw @septianss . Selain itu gw juga sudah mengupload beberapa video di youtube yang bisa kalian liat di account septian.setyoko. Berikut beberapa link-nya



ayolah tunggu apalagi! segera rencanakan liburan kalian ke tempat-tempat seperti ini. dijamin gak akan menyesal dan penuh tawa! 

1 comment:

starff_girls said...

salam kenal...terima kasih untuk postingan tentang KAISTnya yang sepertinya sudah cukup lama, tapi bermanfaat banget untuk saya, aku izin ambil kisah tentang KAISTnya ya kak. Sedang butuh informasi tentang KAIST. sekali lagi terima kasih banyak :)